Membangun Mental Baja Wirausaha


Dilansir dari Bisnis Indonesia, 16 September 2012
Judul               : BOM: Business Owner Mentality
Penulis             : Hendrik Lim
Penerbit           : Elex Media Komputindo
Tahun              : I, Juni, 2012
Tebal               : 506 halaman

Buku ini cocok bagi Anda yang ingin membangun kekuatan mental berbisnis. Hendrik Lim merancang model perpaduan mental entrepreneurship yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis dalam management leadership perusahaanya.

Dia berangkat dari sebuah tesis atau ungkapan terkenal, “entrepreneurship is a state of mind”. Maksudnya adalah siapa pun bisa menjadi entrepreneur, dan bisa mengadopsi mentalitas tersebut di mana pun ia bekerja.

Hendrik Lim menyebutnya sebagai Business Owner Mentality (BOM). Bisnis, dalam arti ini sebenarnya tidaklah selalu identik dengan kerja-kerja (organsiasi) perusahaan, tetapi juga dapat bermakna pada setiap aktivitas individu yang menekuni dunia bisnis dengan segala variasi atau bentuknya.

Mengembangkan organisasi perusahaan dengan pendekatan entrepreneurial leadership berarti mendesain perangkat, sistem struktur, strategi, leadership style, values, beliefe, mindset, dan mentalitas yang relevan dengan kultur entrepreneur. Jadi sifatnya komprehensif, dan memang penuh tantangan serta tidak mudah menjalankannya.

Ketika seorang entrepreneur bertemu dengan satu peluang bisnis, maka matanya harus tertuju pada proyeksi hasil. Ia berani menatap tantangannya, dan mencari jalan keluar. Hanya pola seperti ini yang bisa mendatangkan cash flow atau pendapatan.

Orang yang tidak punya mental business owner lebih sering melihat pada masalah seperti tidak ada modal, tidak ada kenalan, belum tahu pasar, belum tahu caranya, terlalu sulit, belum tepat waktunya, dan beribu alasan lainnya. Menguasai mentalitas entrepreneurship itu artinya memusatkan perhatian pada apa yang mungkin dihasilkan, bukan terobsesi pada hambatan dan kelemahan. Bukan pula pada faktor kendala atau pun rintangan (hlm. 15-16).

Dalam bahasa yang lebih sederhana, apa yang dijelaskan Hendrik Lim itu biasa dekenal dengan istilah “jemput bola”, “mentalitas penyerang” atau pressing forward, yang secara proaktif mengejar peluang. Pendekatan model ini hanya bisa dilakukan jika orang punya karakter keberanian mengambil resiko, mencoba hal-hal baru yang belum pernah dialami sebelumnya. Soal sukses atau gagal merupakan kewajaran dalam setiap menjalankan usaha bisnis.

Dalam buku ini, ada tiga hal utama yang diperlukan ketika hendak mengadopsi BOM yaitu percaya pada sistem, memotivasi diri terutama pada fase-fase datar, dan tidak selalu percaya begitu saja apa yang dipikirkan (hlm. 355).
*Ali Usman, pegiat espeje community di Yogyakarta
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar